Nilai Trilogi Nusa Putra Dalam Kehidupan Mahasiswa Genusian

Perkenalkan nama saya Dian Nasrudin dan saya bangga menjadi mahasiswa Universitas Nusa Putra. Bagaimana tidak, dengan keberadaannya di Sukabumi menjadi salah satu harapan bagi pemuda pribumi seperti saya untuk menggapai cita-cita untuk menjadi seorang Guru. kebetulan saya menerima beasiswa prestasi yang diselenggarakan oleh Universitas Nusa Putra dan masuk ke dalam salah satu jurusan yang ada di Universitas Nusa Putra yaitu jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Hal tersebut menjadikan saya satu langkah lebih dekat dengan cita-cita yang saya dambakan.

Terpikir oleh saya mengapa Universitas Nusa Putra yang tergolong masih sangat muda keberadaanya dan bahkan melihat dari keadaan kampus yang bisa dilihat masih jauh dibandingkan dengan Universitas Besar dan Terkemuka, berani-beraninya memberikan beasiswa yang begitu megah kepada kami masyarakan pribumi. Bahkan tidak hanya masyarakat pribumi seperti kami, Universitas Nusa Putra juga memberikan beasiswa kepada masyarakan seluruh Indonesia dan bahkan seluruh dunia. Mulai dari sabang sampai merauke, kemudian luarnegrinya seperti dari negara tajikistan (https://iro.nusaputra.ac.id), kemudian Papua Nuginie dan masih banyak lagi. Entah apa yang dipikirkan dan menjadi acuan dari Universitas yang baru tumbuh dan berkembang ini.

Kemudian teringat saya tiga hal yang selalu di ulang-ulang disampaikan oleh Bapak Dr. H. Kurniawan, ST., M.Si., MM.​ selaku Rektor Universitas Nusa Putra yang saking seringnnya beliau sampaikan saya jadi hapal tiga hal tersebut. Beliau Menyampaikan Pondasi Universitas Nusa Putra itu ada tiga yaitu Cinta Kasih Illahiyah, Cinta Kasih Orangtua, dan Cinta Kasih Sesama Manusia. Lantas saya berasumsi oh mungkin mengapa Universitas Nusa Putra memberikan beasiswa yang begitu mengaggumkan bagi kami kaum pribumi yang ingin mengejar cita-cita adalah untuk mengamalkan pondasi Universitas Nusa Putra yang ketiga yaitu Cinta Kasih Pada Sesama Manusia.(https://nusaputra.ac.id/)

Entah mengapa dengan mengetahuai hal tersebut, hati saya pun mulai tergerak untuk melakukan apa yang Universitas Nusa Putra lakukan pada saya. Yaitu "Mengamalkan Nilai-Nilai Trilogi Universitas Nusa Putra". Saya mulai dengan melihat diri saya sendiri, mendekatkan diri pada Illahi adalah cara saya untuk mengamalkan trilogi Universitas Nusa Putra yang pertama pada diri saya, kemudian saya lebih bertoleransi dengan sesama dan lebih menakankan kasih sayang antar umat beragama ketimbang ego masing-masing. Saya pun mulai mendekatkan diri pada kedua orang tua, yang pada dasarnya keluarga saya memang keluarga kecil yang sederhana, jadi kehangatan dan kedekatan serta cinta kasih menjadi senjata kami untuk tetap hidup dan menjalani kehidupan di dunia ini sehingga secara tidak sadar saya sudah mengamalkan Nilai Trilogi Universitas Nusa Putra yang keuda.

Kemudian tibalah saya dalam misi mengamalkan nilai Trilogi Universitas Nusa Putra yang ketiga, saya kebingungan, dengan sifat intovert yang saya miliki, agak susah rasanya untuk berhubungan dengan orang lain disekitar saya kecuali keluarga saya jarang sekali mengobrol dengan orang lain. kemudian pada waktu itu tiba-tiba saya dengan terdapat salah satu mahasiswa yang satu kelas dengan saya mendapatkan sebuah musibah, rumah salah satu keluarganya yang ada di jampang kebakaran. Dan pada saat itu tergerak rasanya hati ini karna teringat Trilogi Universitas Nusa Putra yang ke Tiga yaitu Cinta Kasih Sesama Manusia, untuk membantu keluarga teman saya tersebut. dengan bersusah payah saya pun dan teman-teman yang lain mengumpulkan dana agar dapat membantu kelurga teman saya tersebut. dan syukur allhamdulillah, dana yang diusahakan pun akhirnya terkumpul dan dapat saya dan teman-temen berikan pada keluarga teman saya yang terkena musibah tersebut.

Pada akhirnya saya merasa ternyata indah mengamalkan Trilogi atau saya suka menebutnya pondasi Universitas Nusa Putra tersebut dalam kehiudpan sehari-hari. Saya dapat merasakan kebahagiaan, keindahan dan kenyamanan didalamnya. Kemudian saya berpikir, pantas saja Bapak Rektor selalu begitu menggebu-gebu menyampaikan trilogi tersebut itu karena memang implementasinya begitu luar biasa berpengaruh bagi kita. Entah mengapa saya jadi semakin bangga menjadi Mahasiswa Universitas Nusa Putra, memiliki kampus dengan trilogi keren dan Rektor yang mengamalkannya dengan sungguh-sungguh membuat saya semakin yakin kalau berkuliah di Universitas Nusa Putra bukan lah pilihan yang salah justru ini adalah anugrah yang diberikan oleh Allah SWT kepada saya. 

Menutup artikel ini saya ingin menyampaikan satu penggal kalimat yang terucap dari lisan Bapak Rektor yang terngiang di kepala saya sampai saat ini. Kata nya yaitu "Saya pernah susah, saya pernah tinggal dikolong jembatan agar tetap hidup, tapi saya percara pada cinta kasih Tuhan yang pasti akan menolong saya". kurang lebih nya seperti itu, dan kata tersebut menjadi motivasi hidup saya sampai saat ini.

Foto saat mengumpulkan Dana untuk keluarga teman kami yang terkena musibah

Foto kegiatan PMMD di mana dalam kelompok tersebut terdapat anggota yang berbeda agamanya

Dan masih banyak lagi dokumentasi sebagai bentuk pengimplementasian saya dalam Trilogi Universitas Nusa Putra.



"Jika Hati ini bisa didengungkan maka akan saya dengungkan pada dunia, kalau Universitas Nusa Putra merupakan jati diri yang menjadikan kami rakyat pribumi mempunya secercah harapan agar dapat bersaing dengan kerasnya kehidupan dunia, saya bangga menjadi mahasiswa Universitas Nusa Putra"
-Dian Nasrudin-
-Mahasiswa Universitas Nusa Putra-



Tertanda, 
Dian Nasrudin 
(20200100097)

Link Sumber

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak